Teknologi Implan Orthopedi
Teknologi Implan
Ortopedi
Kebutuhan implan tulang (osteosynthesis) dalam negeri
meningkat seiring dengan jumlah korban patah tulang akibat bencana alam dan
kecelakaan yang terjadi di Indonesia. Sayangnya, besarnya kebutuhan tersebut
tidak diimbangi oleh ketersediaannya, dan sejumlah besar implan tulang adalah
barang impor. Salah satu jenis implan tulang yang banyak diaplikasikan pada
pasien adalah dynamics compression
pllate (DCP) karena DCP
mempunyai bentuk sederhana dan sifat multiguna terutama untuk fiksasi
tulang-tulang panjang seperti femur dan tibia.
Dalam teknik kedokteran, pemasangan implant atau organ tubuh
artifisial dewasa ini sudah menjadi kelaziman. Mulai dari penanaman gigi palsu
hingga sendi panggul buatan. Akan tetapi, juga terdapat implant yang tidak
harus selamanya berada dalam tubuh, misalnya pelat penyangga tulang yang patah.
Dalam kedokteran ortopedi modern,
penyembuhan kasus patah tulang semakin banyak memanfaatkan sekrup dan
pelat-pelat penyangga dari logam nirkarat. Metodenya lebih unggul dibanding
cara konvensional menggunakan bebatan gips. Tapi kerugiannya, harus dilakukan
operasi kedua kalinya untuk mencabut kembali sekrup-sekrup dan pelat logam
penyangga. Untuk menghindari hal itu, kini dikembangkan implant yang dapat
terurai sendiri secara biologis.
Dengan
menyekrup dan menahap tulang yang patah menggunakan lempengan logam baja tahan
karat atau Titanium, tulang dapat pulih dan menyambung kembali dalam jangka
waktu relatif lebih pendek. Namun dalam jangka waktu tertentu, implant logam
yang merupakan benda asing dalam tubuh itu, harus diangkat kembali. Jika tidak,
benda asing itu akan tumbuh terus bersama tulang dan jaringan ototnya. Artinya
harus dilakukan operasi sekali lagi. Juga operasi semacam itu tetap
mengundang risiko.
Rangka tubuh
manusia terdiri atas berbagai bentuk tulang yang saling berhubungan.
Tulang-tulang yang menyusun manusia dibedakan menjadi tiga, yaitu bagian
tengkorak(kranium), bagian tulang badan, dan tulang anggota badan. Tulang
merupakan alat gerak pasif karena tulang dapat bergerak jika digerakkan oleh
otot. Tulang pada manusia berfungsi sebagai alat gerak. Melindungi organ-organ
dalam, dan sebagai tempat penghasil sel-sel darah.
kelainan pada
sistem gerak atau Gangguan pada system rangka: gangguan pada system rangka
dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik, gangguan secara fisiologis,
gangguan persendian, dan gangguan kedudukan tulang.
Sebuah implan adalah
suatu peralatan medis yang dibuat untuk menggantikan struktur dan fungsi suatu
bagian biologis. Permukaan implan yang kontak dengan tubuh bisa terbuat dari
bahan biomedis seperti titanium, silikon, atau apatit ataupun bahan lain tergantung pada
fungsinya. Pada kasus tertentu implan mengandung perangkat elektronik seperti jantung buatan. Beberapa implan bersifat bioaktif,
seperti perangkat transfer obat dalam bentuk pil
yang dapat diimplan.
Pada
bidang ortopedi, implan adalah
perangkat yang ditempatkan sebagai pengganti tulang untuk menyangga fraktur. Dalam konteks ini, implan dapat
ditempatkan di dalam tubuh (internal) ataupun di luar tubuh (eksternal).
Implan dental adalah
salah satu contoh perangkat medis yang melanggar batasan implan internal atau
eksternal.
Sejarah Implan Orthopedi
Pertama kali didirikannya
lembaga ortopedi pertama pada tahun 1780,oleh
Jean-Andre
Venel yang merupakan RS pertama yang ditujukan
untuk merawat cacat rangka anak-anak. Ia dianggap beberapa orang sebagai bapak
ortopedi atau dokter ortopedi pertama dalam pertimbangan pendirian RS-nya dan
atas metode-metodenya yang diterbitkan.
Banyak
perkembangan dalam bedah ortopedi yang dihasilkan dari pengalaman selama masa
perang. Di medan pertempuran pada masa abad pertengahan. prajurit
yang terluka dirawat dengan perban yang direndam dalam darah kuda
yang dikeringkan unruk membuat belat yang kaku dan tak memenuhi
syarat kesehatan. Traksi dan belat dikembangkan
selama Perang Dunia I. Penggunaan batang intramedulla untuk
merawat patah tulang femur dan tibia dirintis oleh dr.
Kuntschner dari Jerman, yang membuat perbedaan nyata pada kecepatan
penyembuhan prajurit Jerman yang terluka selama Perang Dunia II dan
menyebabkan adopsi fiksasi intramedulla fraktur di belahan dunia
lainnya. Bagaimanapun, traksi adalah metode standar untuk merawat fraktur tulang
paha hingga akhir tahun 1970-an saat Harborview Medical
Center di Seattle memopulerkan fiksasi intramedulla tanpa membuka patahan
tulang. Fiksasi luar fraktur diperhalus oleh para dokter Amerika selama Perang
Vietnam namun sumbangan utama dibuat oleh Gavril Abramovich Ilizarov di Uni
Soviet. Ia dikirim, tanpa banyak pendidikan ortopedi, untuk merawat prajurit
Soviet yang terluka di Siberia pada tahun 1950-an. Tanpa peralatan
apapun ia berhadapan dengan keadaan lumpuh atas fraktur yang tak dirawat,
terinfeksi, dan terdislokasi. Degan bantuan toko sepeda setempat ia merancang fiksator cincin
yang dieraskan seperti jeruji sepeda. Dengan peralatan ini ia adapat
menyembuhkan, mereposisi, dan memperpanjang pada tingkat yang tak
didengar di manapun. Peralatan Ilizarovnya masih digunakan sekarang
sebagai salah satu metode osteogenesis distraksi.
David
L. MacIntosh merintis pembedahan pertama yang berhasil untuk penanganan ligamentum
cruciatum anterius yang robek di lutut. Cedera umum dan serius ini
menyebabkan para pemain ski, atlet lapangan, dan penari selalu
tak bisa melanjutkan pekerjaannya karena ketidakstabilan sendi permanen.
Bekerja dengan para pemain sepak bola, dr. MacIntosh merancang cara untuk
membetulkan kembali ligamentum dari struktur yang berekatan untuk
mempertahankan mekanika sendi lutut yang kuat dan kompleks dan memperbaiki
stabilitas. Perkembangan bedah rekonstruksi LCA telah memungkinkan sejumlah
atlet untuk bisa melanjutkan kembali kariernya di berbagai tingkat.
Penelitian
bedah ortopedi dan muskuloskeletal modern telah mencari jalan untuk membuat
pembedahan kurang invasif dan membuat komponen yang ditanam lebih baik dan
tahan lama.***
Cara Kerja Implan Orthopedi
Di zaman sekarang, implan ortopedi sudah bukan menjadi hal tabu lagi, seiring dengan semakin hari, semakin besarnya peluang untuk terjadinya berbagai kecelakaan. penggunaan implan ortopedi terbukti membantu dalam proses penyembuhan sehingga semakin banyak ilmuwan yang terus mengembangkan inovasi-inovasi terkait implan ortopedi tersebut.
Daftar Pustaka
: https://www.youtube.com/watch?v=BlkZMFZ0RTE
: https://ugm.ac.id/id/berita/10302- dosen.ugm.kembangkan.implan.tulang.dcp
Komentar
Posting Komentar